Kawin Yang Tertunda

Wahai Pujangga..

Sungguh puisimu tak ada yang tak indah

aku jatuh cinta teramat dalam.

Tunggu apalagi..

” Segera Nikahi Aku ! “

Dan aku tersentak karena kau menolak  menikahiku,

Sayang..mohon maaf..bukan aku tak mau menikahimu..penghulu menolak kubayar dengan puisi

-Salihara 6 Maret 2011 pukul 16:27-

Catatan Galau

Galau adalah disaat kamu tidak tau apa yang sebenarnya kamu inginkan Rindu,benci katakutan melebur jadi satu
Keinginanmu kembali ke mantan kekasihmu sebesar keinginanmu mengikhlaskannya
Kamu tersadar dari pingsan yang berulang ulang
Kamu tersadar akan banyak hal dengan berbagai macam persepsi yang berbeda
Alasanmu ingin kembali adalah karena definisi sempurna ada pada kenanganmu
Kenangan  yang isinya penuh dengan ketidak sempurnaan tapi saat hal itu berlalu dan itulah yang menamparmu bahwa kau pernah punya hidup yang sempurna
Kamu bekerja,bernafas,makan dan minum dengan gaya yang biasa-biasa saja diluarmya tapi di dalam potongan-potongan  film,cuplikan terus bergentayangan di ingatanmu
Dari hal paling remeh sampai hal sebesar besarnya.
Karena apa yang ada di dirimu pernah disentuh oleh apa yang kenang,karena apa yang ada di dirimu pernah dikomentari oleh apa yang kau kenang. Karena apa yang kau lihat di depanmu,belakangmu,sampingmu pernah kau lihat bersama dengan apa yang kau kenang.
Kau terkenang kenang saat kalian bergandengan tangan menghindari genangan air, kau terkenang kenang saat apa yang kau kenang pernah mengusap air matamu yang berlinang.
Kau terkenang tekenang saat apa yang kau kenang menyuruhmu ngangkang dank kau pun mengerang.
Kau terkenang kenang saat apa yang kau kenang menjadi berang karena perilakumu yang keras seperti batu karang.
Dan galau adalah ungkapan terang terangan bahwa kau tak rela apa yang selalu kenangan memangsungguhan menjadi kenangan.
Kau memaksa apa yang kau kenang kembali padamu lalu kau mengemis melelang harga diri,menistakan derajat demi apa yang kau kenang tak benar-benar serius menjadi kenangan.
Tapi di lain kesempatan galau yang berbeda kau mengenang dengan cara yang berbeda.
Lagi-lagi kau tersadar kau tak boleh kembali dengan apa yang selalu kau kenang.
Karena kau terlalu mencintaimu apa yang telah menjadi kenangan.
Kau bahkan tak sanggup menahan lara bahwa kau begitu dipuja dan diperjuangkan.
Apa yang kau kenang terlalu lemah untuk dirimu yang biasa bertarung cinta.
Kau tak sudi melihat apa yang kau kenang dilanda khawatir karena melihatmu yang tergolek karena sakit.
Kau tak pernah rela dengan apa yang kau kenang kelelahan mencintaimu.
Karena kau tau mencintaimu adalah drama terbaik sepanjang masa mengalahkan Romeo dan Juliet (menurutmu)
Dan kau tak mau.
Kau tak mau ada yang keracunan karenamu
Kau tak mau ada yang ingin mati seketika karenamu
Dan kau berpikir memang segalanya lebih baik menjadi kenangan
Karena apa yang kau kenang tak boleh tak bahagia karenamu
Lalu di kesempatan lain kau kembali galau.
Mana mungkin apa yang  telah kau lalui hanya menjadi sekedar kenangan.
Kau pernah membagi nafas,menyayat tubuh,mencuri uang,berbuat curang.Semua itu kau lakukan hanya untuk apa yang kau kenang.
Mana mungkin kau membiarkan apa yang kau kenang tak melunasi hutangnya
Mana mungkin kau membiarkan pa yang kau kenang  tak membayar jasamu
Mana mungkin mana mungkin..
Dan galau-galaumu selang seling mengisi harimu
Kau tak pernah tau apa yang kau inginkan
Kau tak pernah bisa tau dengan cara apa yang paling baik untuk mengenang
Lalu galaupun datang menyerang..
Membuatmu gerang dan kaupun akan berteriak lantang..
MATILAH KAU KENANGAN !!  AKU BENCI  !
Tapi kau kembali galau
Karena kenangan tak pernah patah arang..
Kau mungkin seorang pemberang tapi  kau tak tau bahwa kau membenci kenangan sebesar kenangan juga membecimu
Maka bencimu hanya akan menjadi banci tak bertuan.Maka bencimu mendarah daging walau diratap anak tiri bencimu tertawa bagai kau adalah si anak haram.
Kau dan kenangan tak pernah tau bahwa kalian memang saling membenci
Sementara kenangan  memaksa maksa masuk ke lingga,mengiggit gigit puting,mengendus rambutm nafsu kau pun kesenangan disetubuhi oleh kenangan
Padahal kau Cuma seonggok sepele yang diperkosa kenangan
Dan kau pun kembali siuman dari pingsan yang berulang ulang,
Dan sekali lagi..
Kau Cuma bisa berang dan berteriak lantang
MATILAH KAU KENANGAN..SUNGGUH AKU BENCI !!
21:52 feb 16 2011

Catatan Kusut Anak Durhaka

Tiba-tiba malam ini saya ingat cerita seorang teman yang bercerita kepada saya di sebuah perjalanan pulang di kereta api,dengan berseri seri dia bercerita bahwa almarhum bapaknya sangat bangga akan dirinya.
Waktu itu bapaknya bangkrut dan terpaksa tidak bisa melanjutkan pendidikan anaknya (teman saya ini) ke bangku kuliah.
Teman saya yang seorang pria ini sangatlah terpukul,bagaimana mungkin seorang yang kelak akan menjadi kepala rumah tangga harus sekolah sampai tamat SMA saja. Tapi teman saya tidak mau berlaarut larut dalam kesedihan,,dia memutuskan untuk bekerja. Teman saya memulai kariernya dengan bekerja sebagai karyawan biasa di toko sepatu kerjanya menghitung stok sepatu yang di gudang sampai memakaikan sepatu di calon pembeli sepatu di tokonya.

Karena keramahannya juga kerja kerasnya,tentu saja teman saya ini cepat naik jabatan. Teman saya pun menjadi supervisor di toko sepatu  tersebut.
Tidak disangka orangtua teman saya sangat bergembira dengan prestasi anaknya. Masih merasa berasa bersalah karena hanya bisa menamatkan anaknya sampai SMA mereka tak menyangka anaknya bisa menjadi supervisor.
Sang anak pun tidak menjadi kaya mendadak, tapi tentu saja gajinya cukup untuk sekedar membeli sembako untuk rumahnya dan membayar utang sang bapak yang tidak terlalu besar.
Suatu saat sang anak yang tak lain teman saya ini mengajaknya bapaknya ke salon untuk mencukur rambutnya teman saya pun yang belum memiliki kendaraan ini pergi berdua dengan bapaknya dengan menggunakan jasa taksi. Tanpa disangka sang bapak luar biasa terenyuh dengan peristiwa yang diciptakan anaknya ini.

Sang bapak pun bercerita ke semua tetangga juga sanak saudara bahwa ia diajak anaknya ke salon untuk cukur rambut dan berangkat dan pulang kerumah dengan naik taksi.

Betapa bangganya bapak teman saya ini dengan perhatian anaknya. Sampai beliau meninggal sang anak namanya masih harum karena peristiwa salon dan taksi tersebut sudah terlanjur melekat di ingatan para tetangga juga sanak saudara.
“Bapakmu itu sangat bangga padamu nak..teteh ingat beliau pernah cerita..kamu ajak bapak ke salon untuk cukur rambut dan pulang naik taksi”

Begitulah kira-kira omongan yang sering di dengar teman saya ini sesungguhnya teman saya ini tidaklah terlalu hebat dengan apa yang dilakukan kepada bapaknya.
Tapi yang saya lihat bapak dari teman saya ini adalah orang yang hebat.
Beliau bisa menghargai hal kecil yang dilakukan anaknya dan menjadikannya hal besar saat ia menyebarkan rasa bangga terhadap anaknya.

Cuplikan kisah teman ini hanyalah salah satu dari sekian banyak cerita teman saya yang bersyukur karena mempunyai orangtua yang berbangga hati memiliki anak-anak seperti mereka.
Ada cerita lain, misalnya ibunya teman saya yang selalu berseri seri saat anaknya manggung mementaskan sebuah tari padahal anaknya menari di atas panggung dan belum pernah dibayar.
Tapi ibunya selalu optimis kalau anaknya nanti akan menjadi penari terkenal dan materi bukanlah tujuan utamanya. Padahal ibu dan teman saya yang penari ini juga bukan dari keluarga yang berkecukupan.
Tapi ibu teman saya wajahnya selalu bersemu merah dan berbinar bangga saat ada orang yang membicarakan kecakapan anaknya menari.
“Iya betul..itu anak saya…anak saya memang pandai menari”

Sebenarnya cerita-cerita ini saya tulis disini hanyalah bentuk rasa iri saya,rasa cemburu saya yang tak terbendung lagi untuk bisa dihargai.
Berbeda dengan nasib saya yang selalu dihujat menjadi anak durhaka oleh ibu saya sendiri.
Saya sendiri adalah seorang anak yang tidak pernah menjadi juara kelas.Jadi wajar mungkin kalau orangtua saya tidak pernah bangga dengan saya.
Awalnya saya lebih dekat dengan ibunya ibunya saya yaitu almarhum eyang saya ,beliau  yang membuat saya tidak lagi buta huruf juga mengajari saya mengaji.
Almarhum eyang saya sangatlah sempurna (tentu saja di mata saya)
Setiap kali mandi saya tidak diperkenankan sekedar keramas,sikat gigi atau menyabun badan, tapi saya harus menyikat kamar mandi setiap kali saya selesai mandi.
“sekalian olahraga ya ndok..” begitu ucap beliau.
Normalnya orang membersihkan kamar mandi di seminngu sekali tapi dirumah eyang saya kita diwajibkan menyikat kamar mandi setiap kali mandi.
Bayangkan hal ini tentu saja menyiksa untuk anak seusia saya tapi entah kenapa tidak seperti anggota keluarga lain yang juga tinggal dirumah eyang saya mereka melanggar perintah eyang saya.
Tidak dengan saya entah kenapa saya malas melanggar perintah itu, bukan karena takut dihukum karena memang tidak ada hukuman.Anggota keluarga yang lain cukup menjawab bohong saat ditanya apa benar mereka menyikat kamar mandi setelah mereka mandi.
Tapi saya tidak pernah absen menyikat kamar mandi selesai mandi.
Saya sudah punya perasaan  untuk menjalani peraturan yang saya anggap positif.
Eyang saya selalu mengajak keluarga besar pergi ke toko buku 1 bulan sekali untuk berbelanja buku.
Setiap orang mendapat jatah Rp.500.000,-  untuk membeli buku yang di inginkannya .Jumlah yang cukup besar untuk ukuran 7-10 tahun yang lalu.
Dan 500 ribu rupiah tentu saya belanjakan 100% buku, saya beli komik Doraemon, serial 5 Sekawan,buku tulis karena saya selalu menulis lagi apa yang sudah sayabaca (sedikit kurang kerjaan).
Berbeda dengan adik saya dan juga sepupu saya yang mati gaya saat diberi jatah 500rb untuk berbelanja buku,mereka pun lebih senang membeli pensil dengan semua bentuk dan warna,tas baru yang juga pastinya dijual di toko buku.
Intinya saya dan eyang saya mempunyai chemistry sendiri.Kami  menyukai banyak hal yang sama.
Menjadi cucu pertama yang dekat dengan eyangnya tidak sepenuhnya menyenangkan.Bayangkan saya yang harus sekolah paginya harus ikut bangun jam 3 pagi dan sembayang tahajud,hajat witir nyambung ke sholat subuh menemani eyang saya.
Rasanya ingin menangis tapi eyang saya pandai merayu,dia bilang kalau sholat malam keinginan kita pasti terkabul.
Jadi saya diperintahkan berdoa keras keras. Apa yang sedang saya inginkan jadi saya berdoa kepada tuhan bahwa saya ingin sekali punya sepeda.
Eyang saya yang tau persis apa yang saya minta di dalam doa saya membelikan saya sepeda 1 minggu kemudian. Dan eyang saya bilang

“ini sepeda dari Allah..Cuma saya yang dititipkan untuk membelinya”
Sampai akhirnya saya terbiasa dengan gaya hidup eyang saya yang serba teratur.
Eyang saya bilang dalam satu hari kita harus makan 3 kali.Pagi siang dan malam.

Waktu kecil saya kurus memang karena tidak terlalu suka makan jadi perintah untuk 3x makan dalam sehari cukup berat untuk saya.
Setelah beliau meninggal saya baru tau kita masih saja bisa bertahan hidup dengan makan satu kali saja sehari.
Dan disinilah awal mula permasalahan.saat eyang saya meninggal semua menjadi kacau.
Tidak ada lagi peraturan untuk saya.Saya tidak  tau perintah mana yang harus saya jalani.
Rasanya seperti menjadi pengangguran setelah bertahun tahun bekerja.
Saya tidak punya cukup alasan untuk terus berbuat baik tapi banyak hal-hal mendasar yang ditanamkan eyang saya yang tidak bisa saya rubah.
Dan saya mulai lebih banyak berkomunikasi dengan ibu kandung saya yang saya baru tau perilakunya sangatlah berbeda dengan eyang saya.
Saya kecewa berat,marah,terguncang karena tidak menemukan sosok eyang saya sama sekali pada diri ibu saya.
Tapi saya tidak bisa berbuat banyak karena ibu saya ya tetap ibu yang melahirkan saya dan sudah tinggal bersama saya semenjak saya lahir pula.Tapi sayangnya waktu itu memang saya terlalu mencurahkan waktu untuk eyang saya dibanding ibu saya.
Semua aspek kehidupan menjadi sebuah krisis saat eyang saya meninggal termasuk krisis perekonomian keluarga.
Tapi karena sedikit bekal ilmu yang diberikan eyang sya..saya bisa bertahan hidup dan mampu mencukupi kehidupan saya sendiri  termasuk menyelsaikan pendidikan saya tanpa bantuan ibu saya..
Saya tau ibu saya lega karena anaknya bisa mencegah dirinya sendiri merasa kelaparan dan bisa menyelsaikan pendidikan dengan biaya yang tidak perlu ditanggungnya..
Tapi ternyata ibu saya hanya sekedar lega bukan bangga.
Saya begitu marah pada diri saya sendiri dan terkadang ngambeg kepada tuhan kenapa eyang saya diambil begitu cepat sementara saya belum bisa membalas semua kebaikannya.
Kemarahan saya membuat ibu saya berburuk sangka bahwa saya membenci ibu saya.
Padahal sama sekali tidak saya menyanyanginya layaknya anaknya sayang kepada ibu yang melahirkannya.
Lama kelamaan buruk sangka ibu saya semakin meruncing saya dituduh sombong arogan karena sudah bisa cari duit sendiri.
Disebarkan  berita buruk tentang saya kepada sanak saudara juga tetangga dari mulut ibu kandung saya sendiri bahwa saya anak tidak berguna yang tidak pernah bisa membahagiakan orangtua.

“Percuma punya anak..mau gaji 10 juta kek sebulan..ga ada pengaruhnya untuk saya”

begitulah kalimat andalan ibu saya saat bergunjing.
Setiap kata-kata  menyakitkan dari ibu saya selalu saya balas dengan makian yang lebih meyakitkan.Semua hal itu semakin meyakinkan banyak orang bahwa saya ini memang anak durhaka.
Ibu saya berburuk sangka bahwa hidup saya sangatlah nyaman ibu saya tidak tau berapa tetes keringat yang harus saya cucurkan untuk setiap harinya saya bisa memberi  makan pada diri saya sendiri.
Jadi secara material saya tidak banyak membantu ibu saya bukan karena tidak mau tapi memang belum bisa.
Jadi terkadang saya hanya memberikan uang lebih saya yang sangat kecil di matanya tapi untungnya saya senang karena saya seringkali membelikan kue sepulang saya kerja membeli telur,minyak goreng untuk di dapur membelikan pakaian untuk ibu saya juga adik saya.
Tapi ternyata hal-hal kecil tersebut tidak pernah ada artinya untuk ibu saya.
Gunjingan tentang saya tetap dikumandangkan oleh ibu kandung saya sendiri entah sudah berapa juta orang yang mendengar bahwa betapa kecewanya ibu saya memiliki anak seperti saya.
Dan semakin kuat juga keinginan saya memberi jarak antara saya dan ibu saya.
Saya tau saya tidak akan pernah bisa menjadi puteri seperti yang diharapkannya.
Tapi mengapa pula ia harus bergunjing tentang anaknya sendiri sedangkan saya tidak pernah mengeluh mempunyai seorang ibu yang tidak pernah menyikat kamar mandi,tidak pernah menyapu ataupun memasak,tidak pernah membangunkan saya jam 3 pagi untuk mengajak sembayang bersama
Saya tidak mengeluh bahwa ibu saya tidak seperti eyang saya.
Saya tidak pernah mengeluh tetapi saya tidak berhenti mendengar keluhannya terhadap saya.
Jadi saya memutuskan untuk tidak saling menganggu.
Itu saja.
Saya tidak akan menganggu tapi saya juga menolak untuk diganggu.
Sesungguhnya saya Cuma mau punya kehidupan normal seperti mata pelajaran PPKN semasa SD.
Tapi pesan terakhir dari adik saya cukup membuat saya kusut dan menulis tentang ini.
“Percuma kerja tapi ga bisa membahagiakan orangtua”
Saya diharapkan menjadi anak yang ideal seperti di dongeng lalu kenapa saya  tidak boleh menuntut mempunyai orangtua seperti di buku PPKN semasa SD dulu.

Selesai ditulis 00:15 7 febuari 2011

Kamu Dan Ayahmu

“Kamu tau sayang..?
Tiba2 saja malam ini aku mengingat kisah yg pernah kamu ceritakan padaku..
saat kamu menceritakan ingatan di masa kecilmu yg membuat sesak di dadamu,membuat matamu berkaca kaca,membuat bibirmu bergetar menahan marah
saat km ceritakan padaku.Waktu km dan adikmu diantar pergi sekolah oleh ayahmu,dan melihat ayahmu disuapi makanan untuk sarapan,melihat ayahmu bermesraan dgn seseorang yg bukan ibumu.saat itu yg ada dipikiranmu hanyalah perasaan ibumu,dan aku mulai menyimpulkan bahwa km tidak akan menyakiti seseorang seperti ayahmu menyakiti ibumu.
tapi ternyata aku menyimpulkan sesuatu yg salah.
kamu tidak pernah tau perasaan Ibumu..kamu tetaplah anak ayahmu.
kamu melalakukan persis (Kepadaku) “

Surat Untuk Mantan Kekasih

Surat Untuk (Pria) nama Orang

Kita Belajar MengeJa

Pastilah kedatanganku hari ini membuatmu gelisah..

hah ! mau tidak mau harus mengingat-ngingat, terpaksalah sedikit demi sedikit kau ungkit-ungkit jalinan cerita dulu,,Yang Mungkin Masih Nyangkut terjangkit di sudut memori otak yang mengusang.

Pastilah kedatanganku hari ini membuat pacarmu gelisah..

Itu Kan,Alasan mengapa telfonmu selalu berdering hari ini.

Aku Takut Bertemu kamu. Kamu takut bertemu aku.Pacarmu takut kita bertemu. Tapi Toh..ketakutan masing-masing tak terbukti karena kita pura-pura saling mengerti. Tak tergerak untuk saling bicara,apa yang sebelumnya pernah terjadi.

Mungkin semua dariku boleh sedikit menggugahmu lagi.Dan aku terang-terangan masih menginginkanmu.Tapi pacarmu..tak Ubahnya bukti nyata yang menampar-nampar.

Aku berangan ..dapat menjelaskan padamu.Dan kamu urung bertanya padaku,masih saja kamu terselubung dalam opinimu sendiri tentang aku.Dan pacarmu pasti tertawa-tawa.

Dengan siapa aku harus mengadu? mana munkin pacarmu bisa kuajak bicara !

Suatu waktu nanti,kuingin ini selesai,walau terselsaikan bukan berarti kita harus kembali.

Bersatu? nyatanya kan bagimu aku hanya waktu yang telah karatan.Mana bisa aku bernafas lega..sebelum kuhembuskan kejujuran untukmu.

Kita sama-sama Keparat !! Tapi Mengapa Hanya Aku yang sekarat ?

(bikinnya 1 juni 06 jam 22.35 dari buku harianku..)

Biru

Aku tidak pernah tau sekarang pukul berapa..

karena warnamu selalu begitu,kamu selalu biru..tidak menua tidak juga memudar

fajar atau petang tidak lagi bisa kubedakan,

tak terusik pula diriku untuk membuka pintu dan mengetahui kebenaranmu..

kebenaran tentang warna langit diluar,

yang aku tau..

Aku akan menunggu,

karena kamu pasti pulang.

(9 Desember 2010 Di balik bilik konon semua ini dinamakan pagi)

Astari, Bowo Dan Haikal

Ini kisah Astari, Bowo Dan Haikal Dan Mungkin ada namamu disini..

Perempuan bernama Astari Mencintai Pria Bernama Bowo. ”Cinta sejati” begitu anggapan Astari. Menjalani 2 masa tahun pacaran adalah era yg luar biasa untuk astari. Astari tak pernah kehilangan gairahnya seperti waktu pertama dengan bowo, astari tidak pernah kehilangan geloranya ke bowo, Astari masih bersemangat untuk merindu, betemu, bercumbu, dan bercinta. Astari begitu bersemangat ada bowo dalam hidupnya. karena bowo adalah alasan astari untuk bekerja, berkorban, beramal, bersosialisasi, dan bergembira tentunya.

Astari  percaya bahwa Bowo tidak akan berubah. Astari percaya bahwa Bowo adalah kiriman dari tuhan mungkin juga hadiah dari langit pengganti almarhum ayahnya yang telah lama meninggalkan Astari. Bowo hadir dalam hidup Astari layaknya keajaiban. Bowo layaknya gulali yg paling manis untuk  Astari. Bowo layaknya atap rumah untuk astari. Bowo layaknya air conditioner yang menyejukkan gerah Astari. Bowo layaknya selimut untuk penghangat tubuh Astari. Bowo, Bowo dan cuma Bowo yang meluluhkan keangkuhan hati yg dimiliki Astari. Astari takluk mengingat usaha keras bowo 2 tahun yang lalu untuk merebut hati Astari.

Bowo agresif mencintai  Astari. Bowo antusias menolong Astari. Bowo begitu romantis menyanyikan lagu-lagu cinta picisan untuk Astari. Bahkan Bowo melucu, Bowo menari, Bowo tertawa paling kencang menertawakan lelucon Astari, Bowo berteriak memuja muji Astari, Bowo begitu ramah dan terbuka memperlihatkan kekagumannya akan Astari, Bowo begitu menghargai Astari: menghargai sosok  Astari, pendapat Astari, kemarahan Astari, Bowo menghargai kebodohan  Astari, kekurangan Astari, kelebihan, kepandaian Astari, bakat Astari bahkan  Bowo bangga akan kelemahan Astari. Bowo menyanjung dengan tulus membuat  Astari terharu, Bowo juga mengajari Astari menikmati nikmat. Bowo, Bowo dan  Bowo.

Harus dengan apa Astari membalas cinta Bowo? pikir Astari waktu itu. Astari kewalahan menghadapi kasih sayang yang diberikan Bowo padanya. Astari takut Bowo kecewa, Astari takut Bowo terhina tapi Astari juga takut kehilangan malaikat seperti Bowo. Lalu Astari pun bertekat bulat mengerahkan jiwa,raga,hidupnya untuk Bowo. Mungkin Bowo akan jadi agama baru untuk Astari, Bowo menjadi berhala untuk Astari. Astari pun berusaha sekuat tenaga memperlihatkan cinta yang Bowo perlihatkan untuk Astari. Lalu Astari menjadi pujangga dadakan Astari tidak malu lagi, tidak sungkan lagi untuk menyembah Bowo. Layaknya bodyguard, Astari melindungi bowo,melindungi Bowo tersakiti orang lain, melindungi Bowo tersentuh orang lain, sekaligus melindungi hati Bowo supaya tidak jatuh ke Astari-Astari yg lain.Tidak disangka Bowo besar kepala dijadikan TUHAN oleh Astari, tidak disangka Bowo tolak pinggang pamer kemenangan, Astari berhasil meyakinkan Bowo bahwa Bowo adalah makhluk spesial, Astari berhasil menumbuhkan kepercayaan diri untuk Bowo bahwa Bowo memang berbeda dan Bowo percaya ia memang utusan Cupid. Sementara Astari berhasil mengacuhkan godaan-godaan dari laki-laki yg ingin menjadi Bowo untuk Astari.

Tapi Bowo menggeliat pelan menunjukan ketidaknyamanannya akan Astari, sehalus mungkin Bowo menunjukan rasa bosannya terhadap Astari dan semakin lama Bowo terang terangan bilang ia jenuh dengan Astari. Dan Astari tetap mengikuti Bowo tak tau malu..melupakan rasa hina, menjauhkan rasa tersinggung, menyampingkan harga diri yang hancur. Astari yakin bahwa sikap Bowo hanyalah sementara karena Astari percaya Bowo mencintai Astari. Astari yakin Bowo pergi bukan untuk mencari Astari yg lain. Dan Astari terus menunggu bowo pulang 1 hari, 3 hari, bahkan hingga seminggu lebih Bowo tak kunjung pulang..Astari cuma manusia biasa, Astari resah, sedih, marah mencari-cari Bowo.

Bowo telah lupa akan astari..Iman astari tidak sebesar itu untuk ikhlas. Astari  marah, marah dan marah. Bukankah Astari yang terbaik untuk Bowo? begitu pikir Astari. Begitu banyak yang sudah ditinggalkan Astari untuk bisa bersama Bowo, Astari kalang kabut, Astari liar tak terkendali, banal tak terarah. Astari bertekad akan membawa pulang Bowo ke rumahnya Astari merayu Bowo terus merayu Bowo..merayu dgn cara paling sholehah sampai merayu layaknya pelacur kelas kakap..tapi Bowo tetap dingin tak bergeming. Astari lelah ingin mundur tapi malah maju lagi lalu mundur ,maju, mundur dan maju..terus saja begitu..Astari yang kelelahan bertemu dengan pria bernama Haikal.

Haikal seorang koboy nakal berambut keriting, Haikal rajin bersenda gurau, menertawakan kisah Astari, menghina kesetiaan astari terhadap Bowo, Haikal menggoda dengan kata-kata nakal sekaligus menjadi pendengar terbaik keluh kesah Astari yang monoton. Astari senang dengan hadirnya Haikal. Astari merasa tidak sendirian lagi. Astari terpingkal pingkal mendengar kisah Haikal, melihat sikap Haikal.

Haikal begitu santai seperti tidak punya beban, easy going, bukan perayu ulung tapi gombal ala ABG..belum lagi kejujuran Haikal terhadap Astari begitu dihargai Astari, seperti waktu Haikal bilang ke Astari bahwa ia hobby pergi ke rumah bordir. Haikal begitu santai, sabar menanggapi cerita-cerita Astari tentang Bowo, Astari menjadi radio favorit untuk Haikal. Sebenarnya sebelum bertemu Haikal astari pernah bertemu pria-pria bernama Prasetio, Agus, Rocky teman-teman cerita Astari. Akan tetapi teman-teman Astari yang lain terlihat begitu pamrih mendengar cerita Astari. Ujung-ujungnya mereka  cuma mau berkencan tanpa usaha dengan Astari.

Haikal berbeda. Ia pria nakal yang tak pernah memaksa Astari untuk mencintainya, Haikal mencari penghiburan dan Astari pun butuh dihibur..sampai suatu waktu Haikal memutuskan pergi berkencan,bersenang senang dan “Saling menghibur”.

Astari sadar, Astari hanyalah liburan kecil yang biasa dilakoni Haikal. Tapi untuk Astari, ini adalah liburan pertamanya setelah sekian lama taat kepada Bowo. Saat berkencan Haikal erat mengenggam tangan Astari, sesuatu yang dirindukan Astari dan lama tidak dilakukan Bowo. Haikal mengecup, sedikit mencumbu Astari. Terlepas dari motivasi Haikal yang tidak mau terlalu dipikirkan Astari. Ternyata Astari begitu rindu berkencan, saling merayu, disayangi..

Tapi Haikal cuma mimpi indah dalam tidur siang, Astari mungkin cuma bunga tidur. Astari tidak berani berharap apa-apa..Astari tau bahwa haikal cuma seorang koboy, petualang cinta. Lalu Astari terbangun dan terkejut menemukan Bowo disampingnya..bowo tau Astari baru bermimpi apa. Bowo marah, ngamuk, kalap bukan kepalang..Astari tak tau apa salah Astari. Astari senang Bowo cemburu kepada mimpinya. Tapi astari senang puas Bowo pulang ke rumah, memeluk menciumi Astari seperti tidak rela Astari dimiliki orang lain selain Bowo. Bowo begitu cemburu terhadap Haikal. Bowo menyesal lama meninggalkan Astari dirumah sehingga Astari mendapatkan mimpi picisan seperti itu. Bowo terus memeluk Astari memaksa Astari melupakan mimpinya. Astari senang bukan kepalang Bowo cemburu dan kembali ke rumah. Astari cukup senang dengan mimpinya tentang Haikal, tapi Haikal cumalah bunga tidur. Karena dalam dunia nyata Astari sadar Cuma Bowo yang Astari inginkan. Belum selesai melepas rindu ponsel Bowo berbunyi dan Bowo terburu buru lagi pergi meninggalkan rumah. Astari merengek ingin ikut tapi Bowo menolak.

Astari pun sendiri lagi ditinggal Bowo. Astari kecewa menangis tctapi sudah tidak punya cukup energi untuk mengejar Bowo, Astari lemas untuk marah. Astari ngantuk dan ingin segera tidur. Ahh Astari jadi kangen Haikal. Diam2 Astari berdoa bertemu kembali dengan Haikal dalam mimpi. tapi rasanya mungkin kali ini Haikal yang harus bermimpi tentang Astari.

Cantik Itu Luka

Saya tidak tau siapa pencetusnya tapi tenang saja saya tidak akan mengakui sesuatu yang bukan milik saya, seperti malaysia melakukannya ke indonesia.

Cantik itu Luka ? Saya pernah melihat judul novel tersebut di sebuah toko buku. Saya tidak ingat siapa pengarangnya apalagi mengetahui jalan ceritanya..mungkin lebih tepatnya tidak mau tau ( mungkin Dengki karena sampai saat ini belum menerbitkan buku ) tapi jujur..” Cantik itu Luka ” menarik sekali untuk saya karena..?

Cantik tentu saja identik dengan Paras perempuan dan tentu saja ganteng identik dengan laki-laki walaupun saya sering dengar tentang laki-laki yang cantik. Kebanyakan orang memberi petuah untuk mensyukuri kecantikannya dan sebagai manusia yang masih ingin disebut manusia beragama, ya saya rasa boleh juga orang-orang yang cantik itu bersyukur kepada tuhan.

Karena cantik terkadang mempermudah hidupmu atau malah sebaliknya. Sebelum saya masuk lebih jauh dan sebelum saya diprotes pembaca padahal tulisannya belum selesai dibaca :p Saya menegaskan definisi paras cantik itu berbeda pada setiap orang, tapi tentu saja standart cantik terbentuk berbeda pada setiap negara. kalau di amerika cantik itu BARBIE yang langsing, berambut panjang lurus blonde saya rasa di indonesia ya hampir mirip-mirip seperti itu.

Cantik tentu saja tidak kelebihan berat badan, tidak kekurangan berat badan, tidak berkulit hangus dan yang pasti memiliki rambut panjang lurus hitam seperti yang sampai sekarang dikampanyekan produk-produk obat keramas ternama di Indonesia.

Memang sih iklan-iklan obat keramas sudah banyak juga yang memakai model berambut ikal, keriting, Rambut pendek, sampai yang rambutnya berwarna tapi itu cuma berapa persennya sih dari iklan obat keramas yang sudah mengdoktrin kita kalau rambut indah nan sehat itu adalah rambut panjang hitam dan lurus?

Nah selesai membahas standart kecantikan , kadangkala kecantikan itu memudahkan hidup perempuan.

Tidak perlu menjadi Cantik banget karena biasanya yang cantik banget sudah jadi pemain sinetron.

Menjadi cantik saja sudah cukup membuat hidup lebih mudah, misalnya pengalaman teman-teman perempuan saya yang cantik, saat mereka sedang berkendaraan di jalan membawa roda dua maupun roda empat dan contoh kecil saat mereka melakukan kesalahan lalu ditilang Polisi. Hmm..Polisi yang galak-galak dan mata duitan itu pun luluh dengan teman-teman saya yang cantik ini. tidak perlu memberi uang sogokan, cukup minta maaf dan senyam-senyum mereka pun boleh melenggang pergi.Atau kalau memang Polisinya cari duit uang yang dikeluarkan teman-teman saya yang cantik ini tidak sebesar uang yang dikeluarkan lawan jenisnya..paling cuma 5 ribu rupiah. Wuenak kan..

Tapi akan beda ceritanya kalau perempuan cantik yang ditilang sedang dalam posisi bersama pria, wah yang ada akan menambah sentimen pribadi Bapak Polisinya saja.

Itu cuma salah satu contoh kecil dari keberuntungan kecil para perempuan cantik.

Nah, tapi yang daritadi mau saya ungkapkan disini betapa menjadi cantik itu terkadang menyulitkan dan membuat hati Miris.

Ada cerita kecil dari teman saya yang cantik bernama Aminah. Aminah baru saja menjalani sidang penentuan kelulusan di kampusnya, Aminah memang bukan seorang Genius tapi juga sangat jauh dari bodoh. Dosen pengujinya yang semuanya laki-laki seperti mendapat sasaran empuk dan kegirangan sendiri tanpa alasan. Tidak perduli tentang karya ilmiah yang dibuat Aminah justru aminah langsung dihujat dihakimi bahwa karya ilmiahnya hanya fiktif belaka. Aminah tidak dipercaya bisa membuat suatu karya ilmiah yang begitu bagus. Karena mungkin keyakinan dosen penguji bahwa cantik itu pasti bodoh !

Seperti ada kalimat popular di america “ BLONDE IS STUPID” wanita berambut pirang di amerika dianggap bodoh..makanya ada film Legally Blonde.

Argumentasi Aminah yang begitu ilmiah cuma ditertawakan seolah itu cuma kalimat yang aminah hafalkan 5 menit sebelum sidang. Aminah mersa tidak dihargai dan patah semangat sehingga akhirnya menangis. Dan semakin puaslah para dosen pengujinya bahwa si cantik Aminah itu cuma seorang bodoh dan cengeng. Hancur lebur mimpi Aminah sukses akademik.

Usut punya usut kata teman-teman aminah hal itu terjadi karena Aminah cantik.

Rupanya dosen penguji merasa bersalah setelah itu malamnya dosen penguji sms Aminah, begini kurang lebih bunyi sms nya “Yang tadi siang cuma bercanda,jangan terlalu dipikirkan kamu pasti lulus. Malam sayang semoga mimpi indah “

Beberapa kasus seperti Aminah ternyata juga dialami teman-teman Aminah yang dianggap kebanyakan orang masuk kedalam standart cantik. mereka diremehkan, tidak dipercaya kalau cantik itu belum tentu otak udang.

Aminah tertegun mengapa ia tidak diberi kesempatan, mengapa kecantikannya membuat orang lain mengajaknya bercanda pada waktu yang dianggap aminah sangat penting dalam hidupnya,mengapa teman-teman aminah yang tidak seperti aminah tidak digoda dan diajak bercanda seperti yang aminah alami. mereka didengar, diuji secara sehat, mereka di evaluasi secara wajar tanpa dicari-cari kesalahan yang terlalu dibuat-buat.

ah kasian sekali teman saya Aminah ini..

Jadi ingat cerita dari Alm.Eyang saya:

Dulu pada masa Indonesia dijajah Jepang, Eyang saya harus mencoreng-coreng wajahnya dengan Areng agar terlihat ireng juga tidak menarik. Karena kalau eyang saya terlihat cantik dan menarik dan terlihat para orang jepang ini sudah tentu eyang saya dijadikan paksa selir-selir orang jepang. Beruntung Eyang saya selalu berhasil dalam penyamarannya.

ini bukan suatu tulisan Narsisme hanya hal remeh temeh untuk orang lain tapi mungkin Hal besar untuk orang yang menganggap ini besar tentunya.

Apa saya merasa Cantik ?

Ah..Tidak penting, Wong cantik atau tidak cantik saya sudah sering Terluka.

Friday, September 24, 2010 – AMMA